HIPOMENOREA

2.1  Definisi Hipomenorea
Hipomenorea adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa, sebab kelainan ini terletak pada konstitusi penderita, pada uterus (misal : sesudah operasi mioma). Hipomenorea tidak mengganggu fertilitas. Hipomenorea adalah pendarahan dengan jumlah darah sedikit, melakukan pergantian pembalut sebanyak 1-2 kali per hari, dan berlangsung selama 1-2 hari saja. Perdarahan haid yg jumlahnya sdkt (<40ml>) siklus regular.
2.2  Penyebab Hipomenorea
Hipomenorea disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi, penyakit menahun maupun gangguan hormonal. Sering disebabkan karena gangguan endokrin. Kekurangan estrogen maupun progesterone, stenosis hymen, stenosis serviks uteri, sinekia uteri (sindrom asherman). Sebab-sebabnya dapat terletak pada konstitusi penderita, pada uterus (misalnya sesudah meomektomi), pada gangguan endoktrin, dan lain-lain, kecuali bila ditemukan sebab yang nyata, terapi terdiri atas menenangkan penderita.
2.3  Pengobatan Hipomenorea
Tidak perlu terapi jika siklus ovulatoar subsitusi hormon E&P bila perlu  induksi ovulasi jika siklus anovulatoar & ingin anak. Tindakan Bidan:
1) Menenangkan penderita
2) Merujuk ke fasilitas yang lebih tinggi dan lengkap
ENDOMETRIL   GOLONGAN KANDUNGAN
Lynestrenol / Linestrenol.
INDIKASI
Oligomenore & hipomenore, polimenore, menoragia & metroragia (perdarahan dari rahim yang banyak di luar masa haid), perdarahan rahim disfungsional, dismenore (nyeri saat haid), sindroma premenstruasi, penekanan ovulasi, nyeri ovulasi dan atau perdarahan, penekanan atau memperlambat menstruasi, mastopati fibrokistik, endometriosis, karsinoma endometrium dan atau metastase, kasus-kasus tertentu dari amenore primer dan sekunder.
KONTRA INDIKASI
Riwayat atau sedang menderita penyakit hati, sakit kuning kolestatik, perdarahan per vagina yang tak terdiagnosa, riwayat gatal-gatal berat selama hamil, herpes gestasionis atau sakit kuning selama hamil, sindroma Rotor & Dubin-Johnson. Wanita hamil.
PERHATIAN
Kloasma (keadaan warna kulit wajah yang berubah setempay menjadi tengguli), kelainan tromboembolik, gagal jantung tersembunyi atau jelas, gangguan fungsi ginjal, hipertensi, migren, epilepsi. Interaksi obat : menurunnya kemanjuran Linestrenol saat digunakan bersama dengan antikonvulsan, Barbiturat, Rifampisin.
EFEK SAMPING
Gangguan saluran pencernaan, sakit kuning kolestatik, payudara terlalu lembek, kloasma, ruam kulit, sakit kepala, migren, perubahan suasana hati, retensi cairan, penurunan toleransi glukosa, perubahan berat badan, perdarahan intermenstrual, amenore setelah terapi, perubahan sekresi servikal, infeksi vagina.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar